”Kegiatan Membatik Siswa Kelas 6  MIS AR ROHMAN NGLABAN Sebagai Penerapan P5 dan Cinta Budaya Bangsa’’

Jombang,- Rabu 31 Januari 2023 Batik adalah hasil karya bangsa Indonesia yang merupakan perpaduan antara seni dan teknologi oleh leluhur bangsa Indonesia. Batik Indonesia dapat berkembang hingga sampai pada suatu tingkatan yang tak ada bandingannya baik dalam desain/motif maupun prosesnya. Corak ragam batik yang mengandung penuh makna dan filosofi akan terus digali dari berbagai adat istiadat maupun budaya yang berkembang  di Indonesia. Motif Batik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, motif adalah corak atau pola. Motif adalah suatu corak yang di bentuk sedemikian rupa hinga menghasilkan suatu bentuk yang beraneka ragam.

Miss Ar Rohman sudah beberapa tahun ke belakang telah mempraktikkan ragam kegiatan membatik kepada anak – anak sebagai bentuk kecintaan madrasah terhadap ragam karya seni bangsa Indonesia . Hal ini dibuktikan dengan diadakannya praktik membatik tulis dan batik ikat celup atau jumputan yang sudah diterapkan oleh ibu Hj. Umi Fadilah kepada siswa kelas VI dan melalui proses pembuatan yang panjang. Mengingat kendala tersedianya alat dan bahan yang lengkap untuk membatik di madrasah, kemudian madrasah mencari solusi yang lebih efektif untuk menunjukkan siswa proses pembuatan batik dengan mengadakan kunjungan industri langsung ke tempat pembuatan batik new colet milik bapak Sutrisno yang bertempat di dusun Jaten, Jati Pelem, Diwek Jombang

Kunjungan industri pembuatan batik colet ini sudah berjalan 2 tahun terakhir.  Kegiatan ini dilakukan selama dua hari yakni tanggal 30-31 Januari 2024  diharapkan agar Siswa MIS AR ROHMAN mengetahui dan praktek membatik untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa, kegiatan ini juga salah satu produk dari P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yakni Kearifan local. Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan dan mendengarkan penjelasan dari pemilik Batik New Colet

Pak Sutrisno Pemilik Batik New Colet Jatipelem  menjelaskan secara etimologi, istilah batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu ambatik. Amba artinya kain yang lebar, sedangkan kata titik atau matik dalam bahasa Jawa merupakan kata kerja yang artinya membuat titik. Jadi disimpulkan, batik adalah titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sehingga menghasilkan pola-pola yang indah. Adapun Alat yang digunakan untuk membatik adalah canting, wajan, kompor, ember / bak plastik, saringan, dan gawangan. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membatik adalah kain mori, malam dan pewarna

Pas Sutrisno menuturkan  bahwa pembuatan ragam hias motif batik yang dilakukan dengan canting, disebut dengan batik tulis. Sedangkan, batik cap adalah batik yang pembuatan ragam hiasnya dilakukan menggunakan alat cap.

Macam-macam motif batik khas Indonesia sangat kaya dan memiliki makna mendalam yang berbeda-beda. Semakin dalam makna dan sejarah pembuatannya semakin mahal harganya. Macam-macam motif batik ada yang terinspirasi dari hewan, tumbuhan, hal-hal mistis, pola-pola, sampai warna mencolok nan indah. Contohnya batik Sidomukti, batik tujuh rupa, batik singa barong dan batik sogan.

Teknik coletan menjadi salah satu teknik pembuatan batik yang sangat populer di Indonesi. Selain lebih praktis pewarnaannya, kain batik yang dihasilkan dari teknik coletan memiliki keistimewaan tersendiri dengan kualitas yang bagus. Adapun langkah-langkah pembuatan batik colet meliputi :

1. Membuat pola batik, 2. Menutup motif batik dengan lilin malam, 3. Membuat larutan pewarna dari zat pewarna indigosol dan natrium nitrat sebagai bahan pembantu, 4. Memulai pencoletan atau pemberian warna dengan kuas, 5. Menjemur kain, 6. Fiksasi kain batik ( memasukkan kain yang sudah kering coletannya kedalam larutan pembangkit warna untuk mengunci warna supaya warna tidak berubah lalu dikeringkan), 7. Pelorodan lilin malam yang menempel pada kain batik, 8. Mencuci kain batik kemudian dikeringkan

Dengan mengadakan kunjungan siswa langsung ke tempat pembuatan batik colet di Jati Pelem dengan melihat dan praktik secara langsung proses pembuatan batik colet tersebut diharapkan siswa akan semakin mencintai produk dan karya seni bangsa Indonesia

Setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.(Yeni L.)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LOGIN